Wednesday, June 21, 2017

ASUS E202: DUNIA DALAM GENGGAMAN

"Hampir 95,4% pengguna internet di Indonesia membaca konten berita dari smartphone. Sementara itu, 56,5% pengguna internet di Indonesia rata-rata membaca 4-12 artikel per hari."


***



Melihat hasil survey diatas nggak heran kalau penggunaan gawai maupun perangkat elektronik yang memenuhi kebutuhan terutama yang berhubungan dengan teknologi terus meningkat. Gimana enggak, persaingan dimana-mana, kita dituntut untuk lebih produktif dan kreatif apalagi saingan kita adalah generasi Y dan Z yang kemampuannya jangan dipertanyakan lagi. Lengah dikit pasti bablas deh rejeki hehehe makanya ditengah persaingan yang nggak kenal permisi ini kita harus tetep kreatif walaupun terbentur keterbatasan.

Saya sendiri sebagai seorang sekretaris dituntut untuk bisa kerja cepat, kapanpun dimanapun dan hasil maksimal. Atasan kan taunya cuma beres aja, soal kita yang dibawah keteteran ngerjainnya kan urusan kita sendiri. Lah malah jadi curhat, maap ya.. Pernah tuh kapan hari saya sudah standby di venue, mau ada acara pembekalan softskills buat para calon wisudawan/wisudawati sudah mulai gelar lapak daftar kehadiran para pemangku kebijakan di kantor tiba-tiba ketika pak Boss dateng dengan santainya beliau bilang " Miss i already read the speech, very well done but please arrange the slide so". Nah lo, itu 30 menit sebelum acara di mulai lho dan beliau minta dibikinin slide presentasi yang mendukung pidato beliau! terus aku kudu piye? Ya tetep bikinlah..akhirnya saya cuma manggut-manggut dan lari keluar gedung buat balik ke kantor yang untungnya cuma selemparan kolor (baca: sebelahan) and fiuuhh... thank God ketemu atasan baik hati yang minjemin kunci motor biar bisa menghemat waktu jalan kaki bolak balik buat bikin slide. 

Boss saya yang satu itu memang gitu, ide kreatif selalu muncul disaat terakhir padahal saya sudah nanyain sebelumnya butuh dibikinin slide nggak? katanya enggak makanya saya santai lah giliran hari H berubah pikiran! yang ada saya sebagai sekretarisnya yang kelabakan. Disitu kadang saya merasa sedih.. kalau lagi ketemu moment urgent kaya gini pasti deh muncul pikiran "seandainya aku punya notebook simpel, canggih, dan gaya yang siap sedia disaat genting". Sayangnya nggak punya, sebenernya ada sih cuma laptop saya yang lama dipakai adek yang nggak kerasa sekarang sudah hampir lulus SMA, kemudian dua tahun lalu beli lagi eh sekarang dipakai suami buat kerja. Jadi kalaupun saya mau pakai biasanya harus nanya dulu laptop nganggur nggak soalnya bisa rebutan apalagi kalau sama-sama lagi dikejar date line  kantor maupun hobi :(. 

Akhirnya sekarang saya mulai nabung biar bisa beli notebook impian eh syukur-syukur ada yang mau kasih saya gratisan, akan saya terima dengan senang dan sepenuh hati. Masa iya rejeki di tolak hehehe. Daripada kebanyakan gaya karena keseringan berkhayal, mendingan saya browsing jenis notebook yang sekarang menjamur dari merk hingga specs yang mumpuni. Seolah menjawab doa-doa saya sebagai seorang konsumen kece yang butuh dan senang akan sesuatu yang ekonomis dan dinamis ASUS mengeluarkan notebook seri E202 yang hanya berukuran sebesar kertas A4 dan menggunakan prosesor Intel Hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam dan dapat diisi ulang dengan cepat lewat port USB 3.1 Type-C. Keren kan? Harga? jangan ditanya ramah dikantong juga dong. Jadi sepertinya upaya mengencangkan ikat pinggang yang saya lakukan tidak akan memakan waktu terlalu lama karena dana yang dibutuhkan sangat reasonable. Selain itu ASUS E202 ini menghadirkan warna yang meriah semeriah hari bahagiamu eaaa....

Jadi, apa saja sih yang bikin saya selalu jatuh hati sama ASUS? terutama yang satu ini...

1. UKURAN. Yep ukuran yang ergonomis alias mudah dibawa-bawa karena beratnya yang pas untuk ditenteng kemanapun kita pergi. Jadi kalau kita butuh gerak cepat nggak perlu lagi khawatir dengan tentengan yang bakal menghalangi langkah kita karena desainnya yang super tipis. Hari-hari kita bakalan lebih cihuyy karena beratnya nggak kerasa. Bye bye bad hair day... 

Hidup sudah berat gaes, cukuplah liat timbangan yang jarumnya makin ke kanan nggak perlu ditambahin beban lain yang bisa bikin tambah sedih.

Jadi, raihlah dunia dalam genggaman dimulai dari perangkat yang satu ini :)




2. DAYA TAHAN. Ini penting banget ya gaes punya perangkat andalan yang punya daya tahan baterai maksimal. Jangan sampai saat kita lagi asyik dan serius ngerjain project penting eh keok ditengah jalan. No way... bisa-bisa gagal semua usaha kita.



3. NYAMAN. Pengen kan punya notebook yang walaupun mungil dan bandel tapi juga nyaman di pakai karena selain enteng, touchpad besar dan juga nggak berisik karena fanless yang bakal bikin hari-hari ceria. Sudah cukup denger perintah di kantor yang bikin berisik telinga dan hati :D.




4. WARNA. ASUS emang paling ngerti sama kita para konsumennya yang kadang boring dengan warna yang itu-itu aja (baca: hitam atau putih). Nah, ASUS E202 ini tersedia dalam berbagai pilihan warna semarak seperti Silk White, Dark Blue, Lightning Blue, dan Red Rouge dengan fitur Windows 10 yang dijamin bakalan bikin hari kamu ceria karena performa dan warnanya yang bisa bangkitin mood kamu untuk tetap semangat.



Dan semua kriteria yang saya sebutkan diatas ternyata juga mewakili pemikiran sebagian besar konsumen tentang produk tekhnologi yang baik lho. Bahkan sudah diadakan survey khusus mengenai ini.


So, udah tau kan kenapa saya cinta mati sama ASUS? yep. karena ASUS merupakan brand terpercaya yang mampu mewujudkan keinginan konsumen. So, buat kalian-kalian yang lagi bingung cari produk bagus dan berkelas jangan sampai lupa buat ngelirik produk yang satu ini.


Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Tuesday, June 20, 2017

PARTNER IN CRIME

“Sahabat sejatiku hilangkah dari ingatanmu di hari kita saling berbagi... dengan kotak sejuta mimpi aku datang menghampirimu kuperlihatkan semua hartaku..kita slalu berpendapat kita ini yang terhebat, kesombongan di masa muda yang indah”

Sepenggal lirik lagu sahabat sejati milik Sheila on 7 ini mengingatkanku pada sosok yang mengisi hari-hariku selama 11 tahun terakhir sejak di bangku kuliah. Dialah Eka, my partner in crime in these couple of years. Partner in crime? Kok istilahnya gitu banget sih memangnya kamo sering melakukan kejahatan? Hehehe ya enggaklah masa iya anak baik-baik nan kece kaya saya melakukan tindakan kriminal.. no way.. itu cuma istilah kok karena banyaknya hal yang sudah kami lakukan bersama. Saat kuliah kami tergabung dalam satu organisasi yang sama yang menjadi awal persahabatan kami. Kami sama-sama anak pertama yang lahir di keluarga yang di dominasi oleh perempuan, ya dia adalah anak tertua dari lima bersaudara yang semuanya adalah perempuan. Saya pun demikian, hanya saja saya Cuma empat bersaudara. Bisa dibayangkan banyak kisah dalam hidup saya dan Eka yang kurang lebih sama dan  itu lebih memudahkan kami untuk saling mengerti. Oiya, kami dulu juga ikut les bahasa belanda bersama-sama karena tempat organisasi kami bernaung adalah sebuah lembaga budaya indonesia belanda yang merupakan cabang Erasmus Huis di Semarang yang setiap tahun memiliki agenda-agenda kece seperti konser piano, biola, grup band yang memang didatangkan langsung dari negeri kincir angin sana, piknik serta pemutaran film dan agenda-agenda tersebut selalu melibatkan kami. So, wajar kan kalau kami merasa keren saat itu karena sering terlibat di event nasional maupun internasional?


Selama sebelas tahun persahabatan kami ada tahun-tahun yang membuat kami harus sering bepergian karena organisasi yang kami ikuti, terutama saya. Tapi, ada satu perjalanan bersama Eka yang membekas di hati saya. Tahun 2008 kami harus melakukan perjalanan ke barat untuk mencari kitab suci menghadiri acara festival film yang berlangsung di IKJ. Kami berangkat bertiga saya, Eka dan Nina naik kereta api ekonomi yang dulu cuma seharga tiga puluh enam ribu rupiah sekali jalan dengan fasilitas seadanya dimana banyak penumpang gelap yang tidur dibawah bangku kami dan para pedagang makanan sibuk lalu lalang menjajakan dagangan. Kami tidur bergantian karena sudah diwanti-wanti kalau di kereta ekonomi itu banyak copet jadi untuk berjaga-jaga kamipun tidur bergantian walaupun pada prakteknya dua teman saya itu bablas tidur :D. Kami sampai di stasiun pasar senen jam dua pagi, suasana belum terlalu ramai dan kami pun bergegas menuju mushola untuk numpang ke kamar mandi, sembari menunggu waktu subuh. Mushola kecil itu jadi tempat singgah banyak orang, kami harus berbagi ruang yang sempit untuk sekedar duduk menunggu adzan subuh. Tak lama berselang suara adzan berkumandang, kami pun solat setelah itu bergegas keluar mushola untuk mencari bus jurusan stasiun gambir P20. Perjalanan ke stasiun Gambir ternyata tidaklah lama, kami bertiga takjub melihat megahnya ibukota sampai hampir kelewatan untuk turun di Gambir untungnya saya pas nengok ke arah kanan dan melihat tulisan besar “Stasiun Gambir” saya pun langsung teriak ke kondektur “Bang, kiri bang” dan bus pun melambat agar kami bisa turun. Eh dasar nasib sesampainya di Gambir maksud hati penegn numpang mandi ternyata kamar mandinya lagi direnovasi alhasil kami balik kanan dan jalan kaki menuju Istiqlal yang jaraknya berkali-kali lemparan kolor. Syahdu banget deh pokoknya masa-masa itu. Saya sering ketawa-ketiwi kalau inget kejadian ini betapa konyol dan membahagiakannya kala itu. Kata Bapak saya itu namanya modal dengkul alias nekat :D. 

Begitulah yang namanya anak muda, penuh semangat dan tak kenal takut apalagi kalau bisa menjelajah rame-rame. Dan tidak terasa sebelas tahun sudah persahabatan kami terjalin hingga saat ini. Kami masih sering jalan bareng lho sampai sekarang, entah nonton atau sekedar makan bareng. Saya berharap persahabatan kami akan berlanjut selamanya. Kalau kamu gimana? punya sahabat asyik kaya saya juga? yuk ah cerita..oiya makasih banyak buat mbak Tina dan mbak Nunung yang sudah memilih tema ini untuk arisan periode ketiga. See you on the next post ya gaes :* selamat libur lebaran... bye  

Monday, June 5, 2017

KANGENKU PADA MIHUN

Yuhuw..... sudah masuk puasa ke-9 aja nih masih semangat kan ya? walaupun cuaca sudah mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau. Tapi cuaca sekarang nggak bisa diprediksi, sebentar panas, sebentar hujan bikin puyeng. Oiya, alhamdulillah di bulan puasa ini saya dipercaya lagi sama Allah untuk jadi rumah bagi calon anggota baru keluarga kecil kami. Yap, akhirnya setelah dua tahun lebih sedikit saya hamil lagi ehehehe...Alhamdulillah ya Allah terima kasih untuk nikmat ini meskipun awal kehamilan saya yang sekarang tidak jauh beda dengan yang pertama, mual. Trimester pertama saya selalu diwarnai dengan mual yang mengakibatkan saya hampir selalu muntah di pagi hari, kadang malah sampai pahit tapi ya di bikin enjoy aja..kalau kita semangat dan penuh energi positif insyaallah si dedek dalam perut juga ikut happy :D.

Si kakak juga seneng dan untungnya sudah berhenti nenyen tanpa drama...gampang banget berhentiinnya, saya sangat bersyukur. Walaupun kadang suka ga tega juga kalau lagi liatin si sulung tidur nyenyak disamping saya, habis doi anaknya gitu...nggak neko-neko :D. Suami alhamdulillah juga seneng jadi semoga kehamilan kedua ini akan berlalu dengan menyenangkan hingga waktunya tiba utuk bertemu langsung dengan si dedek. Pun rewang saya juga ikut bahagia, jadi untuk sementara kayaknya everything's gonna be alright ya.

pic: google


Ditengah kabar membahagiakan ini ada satu hal yang masih jadi ganjalan di hati, sudah sejak sebelum hamil saya pengen banget makan mihun alias mie pentil atau ada juga yang bilang mie lethek karena warnanya emang gitu ga kinclong hehehe. Apaan sih mihun ini? itu mie kenyal yang dijual di pasar di Jogja, dibungkus daun jati, ditaburi brambang goreng dan ada sambel uleg mentah. Rasanya? jangan ditanya...buat saya sih itu enak banget salah satu jajanan favorit dari kecil. Saya selalu nitip ini kalau simbah ke pasar soalnya rasanya otentik banget dan ngangenin apalagi bau daun jati yang dijadikan bungkus menambah kenikmatan setiap kali menyantapnya. Tapi apa daya sekarang kan harus ikut suami yang berarti mudik ke Kebumen dan belum tau apakah tahun ini bisa mampir Jogja juga atau enggak. Semoga aja ya lebaran kedua atau ketiga nanti masih ada waktu libur yang akhirnya bisa bikin saya sekeluarga menyambangi Jogja juga amin. Soalnya udah kepengen banget makan itu mie, selain itu biar bisa kumpul keluarga Jogja juga yang punya tradisi piknik bersama di setiap lebaran meski cuma main ke pantai dengan membawa bekal sendiri. Utamanya sih kumpul dalam kebersamaan hangat keluarga yang tidak didapatkan di hari-hari biasa. 

Pernah pas lebaran tahun 2014, jaman saya awal hamil si sulung saya ikut pulang ke Jogja. Lebaran kedua kami ada acara arisan trah keluarga pawiro radono (simbah buyut saya) ke daerah Nglipar Gunung Kidul. Jam 13.00 sudah selesai acaranya, akhirnya perjalanan pulang kami mampir dulu ke Pantai Ngobaran dan Nguyahan yang suasananya kaya di Bali. Pantainya cantik, bahkan di pantai Nguyahan kita bisa menemukan bintang laut bertebaran yang bisa kita ambil dan ajak foto hehehe. Pasirnya putih dan ombaknya bersahabat, duh jadi pengen berkunjung kesana lagi deh ngajakin anak dan suami juga biar anak saya kenal laut. Biar nggak takut kalau liat ombak hehehe..

Nah itu tadi hal yang paling aku kangenin saat ini, mihun dan juga kebersamaan bareng keluarga saat lebaran yang menjadi tema arisam blog ketiga gandjel rel. Makasih buat mbak Aley dan mbak Rizka yang berhasil narik arisan putaran ini. Semoga tulisan saya nggak bikin baper yang lain ya karena nyerempet ke makanan juga ehehhee.. selamat berpuasa dan tetap semnagat ya gaess... sampai jumpa di putaran arisan selanjutnya :D.

Monday, May 29, 2017

ES DEGAN, MENU FAVORIT SEPANJANG MASA

Halo gaess...

Menyambut puasa tahun ini udah ada persiapan apa aja nih? Olahraga mungkin, biar badan tetap fit dan bebas serangan kuman dan virus jahat. Maklum, musim peralihan musim alias pancaroba gini bikin badan cepat drop dan stamina menurun. Jadi, harus pinter-pinter jaga badan ya gaes, olahraga dan diimbangi asupan yang bergizi. 

Ngomong-ngomong soal asupan, kalau bulan puasa tiba biasanya akan ada banyak ragam makanan yang bermunculan atau memang hanya ada di bulan puasa. Ragam makanan inilah yang biasanya bikin kita sebagai wanita dan emak-emak khususnya lapar mata. Pengen dibeli semua deh itu makanan yang enak-enak padahal ujung-ujungnya belum tentu dimakan sendiri dan kadang malah dibuang. Hayo ngaku siapa yang suka begini??


Semoga kita nggak termasuk golongan yang suka kalap kalo liat makanan enak ya gaes :) Amin..
Oiya, soal makanan enak apa sih menu favorit kalian? Kalau saya sih suka hampir semua makanan apalagi yang enak-enak hehehe.. makanya kalau disuruh milih yang paling favorit suka bingung juga nentuinnya. Tapi diantara sekian banyak makanan yang begitu saya sukai ada satu yang selalu di hati. Adalah Es Degan alias es kelapa muda yang menyegarkan tenggorokan kala dahaga melanda. Es Degan yang memang sudah dari sananya punya sensasi dingin ketika diminum walaupun nggak dikasih es selalu bisa meredam panas yang datang mendera. Gimana enggak coba, daging buahnya yang lembut, menghadirkan rasa manis dan gurih tanpa tambahan apa-apa.. airnya segar dan dipercaya mampu mengobati dehidrasi dan mengisi ulang energi kita yang berangsur-angsur surut setelah aktivitas padat seharian. Tuh kan tanpa tambahan apa-apa aja sudah enak dan kaya manfaat gimana nggak jadi favorit coba! :D Walaupun sudah enak dari sananya, bagi saya es degan akan lebih enak dan nyuss lagi ketika dinikmati dengan es ditambah sirup ataupun gula jawa, sesuai selera. Enak to? Eh lebih enak lagi kalau dinikmati bersama orang-orang terkasih...yang jomblo jangan baper ya bacanya :P.

Duh, moga-moga saya nggak akan di keroyok sama geng jomblo apalagi yang jones alias jomblo ngenes wkwkkwkw... piss ya man teman... saya doakan semoga kalian jadi jojoba..jomblo-jomblo bahagia yang akan segera menemukan jodohnya.. ea.... kenapa ngomongnya jadi ngelantur sih! Kembali ke degan, kalau kamu bosen sama es degan yang itu-itu saja, jangan khawatir di luar sana masih ada banyak varian olahan es degan yang bisa kita jumpai diberbagai tempat makan. Mereka berlomba-lomba menarik pelanggan dengan sajian menu yang unik dan asik disantap tak terkecuali menu olahan kelapa muda. Asyik kan..makanya cintai produk dalam negeri hehe..

Nah itu tadi bocoran menu favorit saya sepanjang masa yang merupakan tema arisan blog putaran kedua yang diminta oleh mbak Wati dan mbak Ika Hardian, semoga nggak bikin ngiler kalian-kalian yang lagi puasa ya :). Eniwei, kalau teman-teman ada rekomendasi penjual es degan enak di Semarang dan juga kota-kota lain, mau dong dibagi. Sampai saat ini salah satu penjual es degan saya ada di daerah jl. dr. cipto yaitu Es Degan Pak Jimin. Apa pun makanannya minumnya es degan aja :).


Friday, May 26, 2017

I LOVE MONDAY sebagai TREN MILENIAL BARU JNE

Hai gaes,

Kamu masih inget nggak sih sama istilah "I Hate Monday" atau "I Love Monday" ? Pasti masih inget dong ya..secara sampai saat ini masih banyak yang suka nulis status "I Love Monday" ataupun "I Hate Monday" kalau kamu sendiri lebih setuju sama ungkapan yang mana gaes? Kalau saya pribadi sih lebih seneng yang I Love Monday... dulu pernah I Hate Monday sih bawaannya lesu, males kerja tiap hari senin tiba. Pengennya balik lagi ke weekend tapi kan nggak mungkin orang saya nggak punya mesin waktu dan setelah diresapi ternyata kalau diawal minggu mood kita sudah jelek akan ngaruh juga ke hari-hari selanjutnya yang berdampak pada masalah pekerjaan. Nah lo, makin nggak enak kan jadinya! Usut punya usut nggak cuma saya aja lho yang ngalamin hal ini tapi ada banyak orang di luar sana bahkan perusahaan yang merasakan fenomena I Hate Monday ini, termasuk JNE. JNE?? Itu lho perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman ekspres dan logistik.

M. Feriadi -Direktur Utama JNE
Hal ini tidak lepas dari Generasi Y atau anak-anak milenial yang mendominasi lapangan pekerjaan saat ini, yang lebih inovatif dan ekspresif dan mempengaruhi perubahan di lingkungan kerja. Pengaruh ini mengubah tradisi dan budaya bekerja para karyawan. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa ini akhirnya berusaha mencari solusi untuk masalah "mood" ini agar tidak berkepanjangan melalui program "I Love Monday". Program I Love Monday ini adalah penerapan casual dress code bagi para karyawan back office agar lebih semangat dan tidak merasa terkungkung dengan rutinitas seragam.


Terbukti penerapan Casual Dress Code ini disambut baik dan menjadi hal baru yang menyenangkan. Perusahaan yang telah berdiri selama 26 tahun ini telah memiliki sekitar 40 ribu karyawan di seluruh Indonesia yang mayoritas berumur 20-35 tahun. Kategori umur ini sering disebut sebagai Generasi Milenial.


Mengenai penerapan program "I Love Monday" ini Bapak M. Feriadi selaku Presiden Direktur JNE mengatakan, "Mulai bulan April 2017, setiap hari Senin karyawan back office bebas mengenakan pakaian casual dan mengekspresikan karakter diri masing-masing dalam penampilannya, tentunya tetap dalam etika maupun norma perusahaan. Hal ini menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menambah keceriaan suasana kantor dan kenyamanan dalam aktifitas bekerja, terutama di hari Senin. Saat ini diawali dengan penerapan bagi karyawan di kantor pusat, selanjutnya casual dress code setiap hari Senin akan dijalankan juga oleh karyawan back office JNE di seluruh Indonesia". 

Selain lingkungan kerja, tren milenial ini turut mengubah kebiasaan dalam aktifitas pengiriman yang sudah jauh berbeda dibandingkan 5-10 tahun yang lalu, yang didominasi pengiriman paket pribadi. Tapi saat ini aktifitas pengiriman paket sudah menjadi bagian gaya hidup karena banyaknya e-commerce.

Penerapan Casual Dress Code JNE Kantor Pusat
Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman ekspres dan logistik, JNE bukan hanya berpartisipasi dalam hal-hal yang berkaitan dalam perekonomian, tapi juga bidang lainnya. Perkembangan ekomoni telah membuka peluang bagi siapapun termasuk Generasi Y maupun Z, untuk melakukan aktifitas pengiriman paket yang semakin mudah dengan adanya internet. Sehingga JNE memiliki peran dalam berbagai bidang seperti olahraga, pendidikan, sosial, budaya, dan sebagainya.

Dunia berubah dan terus berkembang, JNE pun harus lebih kreatif dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan hal-hal besar tapi bisa dimulai dari hal kecil seperti menciptakan lingkungan kerja yang yang nyaman dan ceria. Aksi ini dimulai dari penerapan Casual Dress Code yang ternyata disambut antusias oleh karyawan, buktinya karyawan di cabang pun turut meminta hal ini diberlakukan di seluruh Indonesia. Bahkan banyak karyawan yang sengaja membeli baju baru agar penampilannya dalam mengekspresikan karakter personal makin maksimal di awal pekan. Tentunya dengan kepercayaan diri yang bertambah, maka akan menstimulasi kreatifitas yang berdampak pada peningkatan produktifitasdan performa kinerja.


Semoga inovasi JNE mampu menginspirasi banyak pihak dan sukses terus buat JNE ya...



Kiri ke Kanan
Edi Santoso (Direktur Operasional JNE)
M. Feriadi (Direktur Utama JNE)
Chandra Fireta (Direktur Keuangan JNE)

Monday, May 22, 2017

GiggleBox Kampung Kali, Destinasi Kuliner bergaya Western-Europe yang Chic





Hola..Aloha gaes, weekend kemana nih?
Kalo saya sih kemarin weekend padat acara, maklum embak sekretaris ini kan emang super sibuk! halah sok sibuk amat sih ini anak hehehehe... iya dong karena sibuk itu mencerahkan duniaku :P. Well, weekend kemaren saya sempet diundang di acara launching GiggleBox Cafe & Resto Kampung Kali yang ada di Jl. D.I Panjaitan 47B Miroto Semarang. Ngomong-ngomong, ini adalah resto ke-3 yang ada di Semarang lho, Giggle Box emang tau keinginan kita ya gaes biar kita nggak rebutan kalau mau makan di GiggleBox. Secara anak-anak Semarang bawah sekarang bisa nongkrong asyik di GiggleBox Ngesrep, anak-anak Semarang tengah dan sekitarnya bisa nongkrong cantik di GiggleBox Diponegoro yang merupakan cabang pertama di Semarang; dan sekarang anak-anak gaul Semarang bawah dan sekitarnya bisa banting stir ke GiggleBox Kampung Kali buat meredakan lapar dahaga kalian :). Bocorannya sih akan segera di buka resto ke-4 di Semarang dengan konsep yang 
berbeda dengan 3 resto yang sudah ada, ini di jelaskan oleh Mas Ebi Rubiansyah selaku Digital Marketing GiggleBox Indonesia. Waah, jadi gak sabar nih pengen liat seperti apa konsep baru buat restonya...jangan lupa undang saya lagi ya kakak ;D.



Ada pepatah yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang" karenanya mas Ebi menjelaskan sejarah singkat dari GiggleBox yang merupakan anak perusahaan Jonas Photo. GiggleBox didirikan pertama kali di Bandung tepatnya di Jl. Progo 33 pada tanggal 10 Februari 2010, yang menjadi cikal bakal GiggleBox di seluruh Jawa. GiggleBox sekarang sudah memiliki 7 cabang di Bandung, 3 cabang di Jakarta, 3 cabang di Semarang, 1 cabang di Tasikmalaya, 1 cabang di Karawang, 1 di Tangerang, 1 cabang di Yogyakarta, 1 cabang di Surabaya. Waaah banyak banget ya cabangnya, salut deh sana GiggleBox. Nah kalo sudah tau sejarahnya sekarang saya mau kasih tau pangilan sayang buat para penggemar GiggleBox Cafe & Resto, sebutannya adalah Gigglers! lucu ya... Seperti namanya, GiggleBox memiliki tujuan supaya setiap orang yang datang ke resto bisa menikmati suasana dan tertawa bersama keluarga, sahabat, pacar yang diajak kesana. Intinya GiggleBox menawarkan kenyamanan bagi seluruh range usia, mulai dari anak-anak, ABG, bahkan dewasa.


Add caption

Lampu Kandelir yang cantik di tengah ruangan

Wallpaper unik


Mengusung konsep homey dengan jendela dan pintu yang lebar serta tinggi yang menciptakan kesan lapang, GiggleBox berharap suasana nyaman dan menyenangkan yang diciptakan bisa membuat pelanggan betah layaknya di rumah sendiri dan bakalan balik lagi. Desain khas werstern & europe yang chic dan ceria menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk berselfie bahkan wefie ria. Jadi nggak salah GiggleBox memilih motto "happily ever after" karena pengunjung dibuat bahagia ketika menikmati setiap momen kebersamaan selama disana.

Selain suasana yang menyenangkan khas rumah di Eropa, Gigglebox juga menawarkan pilihan menu yang beragam. Tak hanya menu western food tapi Indonesian food juga tetap tersedia bagi pecinta kuliner nusantara. So, buat kamu yang katanya punya lidah ndeso karena nggak doyan western food jangan kuatir disini nggak bakal kelaparan karena nggak ada menu favoritmu :D. Soal harga nggak usah takut, GiggleBox menawaran menu besar yang mengenyangkan dengan harga yang reasonable. Serius?? iya dong, harga di GiggleBox itu nggak ada yang sampe 80 ribu, paling mahal 78 ribu. See?? saya nggak bohong kan...Oiya, menu-menu GiggleBox ini juga halal, so don't worry to come and get it :)


Oiya, di acara gathering kemarin GiggleBox Kampung Kali kasih beberapa bocoran beberapa menu baru yang akan segera hadir di seluruh resto GiggleBox yang baru di launching di GiggleBox Kampung Kali. Next bakalan ada Breakfast menu dan Afternoon tea yang akan menghadirkan aneka pastry seperti Croissant Butter, Chocolate Croissant, Cinnamon Roll, Sultanas (pastry butter topping raisin), dan Apple Turn Over yang sudah saya cobain semua kemarin pas acara gathering. 

dari bawah ke atas dan samping kiri: Apple turnover, Croissant butter, Chocolate croisant, sultanas

Cinnamon roll



Sedangkan menu makan besar next akan ada Chicken Pesto Cream Cheese with Chasew, Chicken Wing Mozarella yang crunchy dan ngeju abiss, juga Spaghetti Rendang yang dimasak langsung oleh Chef Rudi. Rasanya yummy banget lho, must try banget pokoknya. Penasaran kan sama penampakannnya? Just check it out here...

Chicken Pesto Cream Cheese with Chasew

Chicken Wings Mozarella

Spaghetti Rendang
Selain dimasakin menu baru sama Chef Rudi, Pak Firdan selaku Operasional Manager GiggleBoxjuga unjuk kebolehan dalam membuat 3d coffee art. Kali ini beliau membuat 3d coffee  cat, lucu ya!!


Oiya, untuk lunch kemarin saya pesen Crispy Chicken Maryland yang supper yummy dan ngenyangin. Menu ini terdiri dari dua potong dada ayam bersalut tepung, salad paprika-bawang bombay dan selada, marinade spaghetti yang gurih dan saus asam manis, enak deh!!

Crispy Chicken Maryland

Thursday, May 18, 2017

KEBUN CENGKIH KENANGAN

Hari-hari yang padat dengan pekerjaan membuat badan dan otak cepat lelah. Kudu banyak-banyak refresh, macam komputer saja biar dingin terus :). Kalau lagi dicecar pekerjaan yang nggak ada habisnya gini rasanya pengen balik lagi ke jaman kecil dimana tidak ada tuntutan yang terlalu membebani kita sebagai bocah. Ah, indahnya masa kecil. Jadi kangen masa-masa ketika saya dan ortu masih tinggal di rumah dinas guru, yang jaraknya cuma selemparan kolor sama sekolah saya jaman SD. Nyahahhahha.. kolor..mana kolor... 
ilustrated pic by google
Ngomong-ngomong soal kolor, jaman saya kecil dulu sempet booming yang namanya Kolor Ijo yang katanya itu semacam manusia jadi-jadian yang suka menculik anak-anak. Saking hebohnya kami anak-anak kecil di kampung dilarang bermain di luar rumah karena takut diculik. Alhasil kami para bocah tak kurang akal agar tetap bisa bermain. Sebelum pulang sekolah, kami sepakat pada saat jam tidur siang akan melarikan diri alias kabur dari masing-masing kamar untuk bertemu di tempat rahasia kami, yaitu kebun cengkeh mbah ibu yang cukup luas di halaman rumah Mbak Tri, teman kami. Kenapa disebut Mbah Ibu? entahlah dari dulu teman-teman saya menyebutnya begitu, jadi ya saya ngikut aja hehehe. Di tempat ini banyak tawa yang berderai renyah diantara rimbunya dedaunan yang melambai rindu tertiup angin. Saya termasuk salah satu anggota bermain yang paling kecil karena rata-rata teman sepermainan saya lebih tua sekitar 2-3 tahun. 
ilustrated pic by google
Siang itu saya berhasil keluar dari kamar dengan cara melompat dari jendela yang cukup tinggi untuk anak seumuran saya.  Takut ketahuan juga sebenarnya, karena kamar saya sebelahan sama kamar ortu tapi sepertinya ortu sedang tidur pulas sehingga pelarian saya sukses. Saya pun berlari kencang menyusuri jalan menuju kebun cengkih mbah ibu, disana teman-teman saya sudah mulai bermain. Mereka memanjat pohon cengkih yang tinggi menjulang dengan lincahnya sembari bersendau gurau. Saya pun segera menyusul, memanjat dengan gesit untuk mencapai dahan terdekat dengan teman-teman supaya bisa nimbrung gojegan. Tapi saat itu saya kurang waspada saking excited nya bertemu teman-teman, saya menginjak dahan yang rapuh alhasil tubuh saya melayang jatuh dari ketinggian pohon cengkih karena tidak sempat berpegangan lantaran kaget. Teman-teman saya saat itu menjerit-jerit sambil memanggil nama saya saking takutnya danik..danik..danik... Saya menutup mata rapat-rapat mempersiapkan diri jatuh ke tanah keras, tapi nyatanya hal itu tidak terjadi karena seseorang menangkap saya ke pelukannya enggak ding yang ini bohong tapi saya mendarat diatas 2 dahan rimbun yang menjaga tubuh saya supaya tidak jatuh berdebum di tanah. Hehehehe... Tubuh saya terayun-ayun lambat ketika mendarat di dahan dan saya langsung melompat turun ke tanah antara mau nangis karena takut dan ketawa ngakak karena geli nyangkut di dahan terendah. 
Nah, bisa dibayangin kan betapa tengilnya saya waktu kecil menilik cerita tadi, tapi..tapi..itu benar-benar masa yang menyenangkan dan mengasyikkan walau sebatas dalam ingatan. Sampai sekarang pun masih membekas jelas dalam ingatan bau daun cengkeh muda ketika kami petik untuk dijadikan peluit saat bermain, hijau dan lembutnya rerumputan tempat kami duduk-duduk dibawahnya. Betapa beruntungnya saya yang memiliki masa kecil yang membahagiakan seperti kala itu. Terima kasih untuk mbak Nia Nurdiansyah dan juga mbak Anjar Sundari yang sudah memilih tema kenangan masa kecil yang paling membekas untuk arisan kali ini. Tema ini mengajak saya untuk menjelajahi kenangan-kenangan indah masa lalu yang sempat terlupa, dan ini salah satu kenangan terindah semasa saya kecil  di kebun cengkih mbah ibu.
Cheriooo
          XOXO